Oleh : | 13 Februari 2023 | Dibaca : 1039 Pengunjung
|
| Penilaian Kinerja Sekolah (PKS) di Kabupaten Bangli |
Penilaian Kinerja Sekolah
Rasional
Ekspektasi orang tua, dunia usaha atau pengguna lulusan sekolah saat ini tidak hanya sekedar kemampuan kognitif, namun juga sudah berkaitan dengan sikap dan keterampilan. Oleh sebab itu sekolah harus mampu melahirkan mutu lulusan yang bukan saja memiliki daya kognisi tinggi, namun juga memiliki sikap, perilaku dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan abad 21. Keterampilan abad 21 mencakup kemampuan berkolaborasi, berkomunikasi, berkresi dan inovasi serta keterampilan berpikir kritis. Ekspektasi tersebut memaksa sekolah untuk melakukan perubahan dalam berbagai pengelolaan sekolah dalam berbagai dimensi. Perubahan cara guru menyampaikan materi di kelas, perubahan cara guru meningkatkan kompetensi serta perubahan cara kepala sekolah mengelola sekolah yang dipimpinnya. Dibutuhkan upaya-upaya baru untuk mengukur apakah warga sekolah telah mampu menjawab harapan masyarakat tersebut. Untuk itulah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bangli melaksanakan salah satu bentuk evaluasi yakni Penilaian Kinerja Sekolah ( PKS)
Hasil penilaian ini dijadikan sebagai data sekunder. Untuk melengkapi data lain yang telah dilakukan pemerintah seperti Raport Pendidikan, Asesmen Nasional, Survey lingkungan belajar maupun survey karakter.
Manfaat
Penilaian kinerja sekolah diharapkan akan melahirkan informasi tentang mutu layanan sekolah yang mencakup empat komponen. Yakni, Mutu Lulusan, Proses Pembelajaran, Mutu Guru serta Manajemen Sekolah. Selain dijadikan data sekunder, Penilaian Kinerja Sekolah di Kabupaten Bangli juga diharapkan akan memberikan manfaat dalam hal:
Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam kegiatan Penilaian Kinerja Sekolah sejak tahun 2020 menggunakan instrument akreditasi sekolah/ madrasah dengan paradigma baru. ( IASP 2020). Instrumen tersebut mencakup komponen mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru serta manajemen sekolah. Tiap komponen memiliki sub. Komponen, Indikator, pernyataan, serta bentuk pengukurannya. Masing-masing komponen memiliki bobot yang berbeda. Komponen Mutu Lulusan diberikan bobot 35, Prose Pembelajaran 29, Mutu Guru 19 serta Manajemen sekolah 18. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi. Wawancara, telaah dokumen, Observasi, serta pemberian kuesioner. Data jenuh dijadikan peroleh level sekolah. Terdapat 4 level, dengan level tertinggi dengan perolehan angka 4, sedangkan level terendah diberikan nilai 1.
Sumber Dana dan Tindak Lanjut
Penilaian Kinerja Sekolah dilakukan tanpa menggunakan anggaran ( non budgeting) Asumsi dasar yang digunakan, bahwa komponen yang diukur dalam Penilaian Kinerja Sekolah merupakan tugas pokok fan fungsi pengawas sekolah. Selain itu, keterbatasan anggaran juga menyebabkan kegiatan ini belum memperoleh bantuan dana penyelenggaran baik dari Pemkab maupun dari sumber dana lainnya.
Tindak lanjut Penilaian Kinerja Sekolah dalam bentuk rekomendasi yang disusun. Yang selanjutnya, tindak lanjut dilakukan baik oleh Instansi terkait, Kepala sekolah, Guru maupun tenaga kependidikan lainnya. Implementasi tindak lanjut disesuaikan dengan bidang masing-masing.
MAKLUMAT PELAYANAN DISDIKPORA KAB. BANGLI
245Profil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangli 2024
187Maklumat Pelayanan Disdikpora Kabupaten Bangli
175Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Disdikpora Kab. Bangli
968Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025/2026
KEPALA DINAS
Komang Pariartha,SH.,MM