Hari Pertama UN di Kintamani
*Kekurangan Soal di SMPN 1 Kintamani, 5 Siswa Absen* Â
Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional ( UN) tingkat SMP di Kecamatan Kintamani Senin (5/5)  secara umum berjalan dengan baik. Meski demikian masih ditemukan berbagai permasalahan di lapangan seperti terjadi kekurangan soal di SMPN 1 Kintamani. Sedangkan dari 3334 siswa yang terdaftar tercatat 4 orang siswa yang absen di hari pertama UN tersebut. Mereka yang absen satu orang dari SMPN 7 Kintamani karena sakit, dua orang masing-masing dari SMPN 2 Bangli dan SMPN 2 Tembuku absen karena yang bersanhkutan meninggal dunia, serta seorang siswa dari SMPN 3 Kintamani yang absen karena berhenti sekolah dan memilih bekerja. Wakasek SMPN 1 Kintamani I Wayan Rajeg mengatakan untuk mengatasi masalah kekurangan soal tersebut pihaknya mengambil jalan pintas yakni dengan memphoto copy soal yang ada. "Proses photo copy dikawal oleh petugas dan pengawas, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan," ungkap Rajeg kekurangan soal tersebut kemungkinan disebabkan oleh masalah teknis waktu pengambilan soal di Disdikpora Bangli.  hPermasalahan klasik yang masih ditemukan adalah jumlah soal yang kurang, serta ada dua orang siswa yang gagal ikut UN. Kekurangan soal terjadi di SMPN 1 Kintamani, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak penyelenggara seijin petugas dan pengawas UN memphoto copy soal." Proses photo copy dilakukan pengawalan oleh petugas untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan," tegas Wakasek SMPN 1 Kintamani I Wayan Rajeg kemarin.  Kepala SMPN 7 Kintamani Dewa Gede Oka mengatakan ketidakhadiran salah seorang siswanya tersebut dengan alasan sakit. Untuk memperjelas penyebab ketidakhadiran siswanya, pihaknya telah mendatangi yang bersangkutan langsung. " Namun sayang kami tak bisa menemukan yang bersangkutan termasuk orang tuanya," ungkap Oka. Oka juga mwngakui siswa yang bersangkutan memang sejak lama memperoleh perhatian khusus dari sekolah akibat sering absen. Dia pun berharap agar siswa yang bersangkutan bisa hadir untuk mengikuti  UN di hari berikutnya. " Kami juga akan menghubungi orang tua yang bersangkitan, dan berharap ikut memberikan motivasi bagi putranya tersebut," ungkap Oka.( jelantik )  Â